>
Sabtu, 22 Januari 2022 05:43

Bendera Pusaka 23 Januari Dikirab ke Penjuru Gorontalo

Oleh
Beri rating
(0 suara)

POHUWATO, KOMINFOTIK – Wakil Bupati Pohuwato Suharsi Igirisa melepas peserta Kirab Hari Patriotik 23 Januari di halaman kantor Bupati, Jumat (21/1/2022) pukul 09.05 wita dalam sebuah upacara yang meriah.

Peserta upacara pelepasan kirab Hari Patriotik ini berasal dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Provinsi Gorontalo, KNPI, Kwartir Cabang Gerakan Pramuka dan siswa SMK Pelayaran Kabupaten Pohuwato.

Sebelumnya diadakan Upacara serah terima bendera pusaka dari pemerintah provinsi ke pemerintah kabupaten Pohuwato yang dipimpin Sumitro Hida yang dihadiri Sekretaris Daerah Pohuwato Iskandar Datau, Ketua Kwarcab Pramuka Pohuwato/ketua DPRD Pohuwato Nasir Giasi, Kasubid Pembauran dan Wawasan Kebangsaan mewakili Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Gorontalo Fahrudin Zakaria, Bendahara Umum KNPI Provinsi Gorontalo Riyanto Ismail, Ketua DPD KNPI Pohuwato Fahmi R Mopangga, dan Pengurus DPD KNPI Pohuwato yang juga bertindak sebagai pembaca naskah 23 Januari 1942 Fauzan Azim.

“Setiap 23 Januari kita memperingati hari patriotik dan tahun ini usia sudah 80 tahun, olehnya kita sebagai warga Gorontalo harus bangga kepada para pahlawan,” kata Suharsi Igrisa selaku pembina upacara.

Suharsi Igrisa menjelaskan peringatan deklarasi kemerdekaan Indonesia dari Gorontalo yang dilakukan pada 23 Januari 1942 bukan hanya serimoni, namun harus difikirkan ke depan bagaimana tetap menjaga rasa persatuan dan kesatuan untuk bekerja membangun Provinsi Porontalo dan mewujudkan Kabupaten Pohuwato yang sehat.

Suharti Igrisa juga berharap kirab bendera ini berjalan dengan lancar. Ia mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah berpartisipasi dalam mengarak bendera pusaka dari kabupaten Pohuwato menuju Kota Gorontalo.
Usai dilepas di Pohuwato peserta kirab bendera 23 Januari ini bergerak menuju perbatasan Kabupaten Boalemo untuk diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Boalemo. Di wilayah ini bendera diarak menuju rumah jabatan Bupati Boalemo.

Rombongan kirab diterima diterima Bupati Boalemo Anas Jusuf yang didampingi Sekretaris Daerah Sherman Moridu, Asisten I Roswita Manto, Kepala Kantor Kesbangpol Asni Yusuf dan pimpinan OPD Kabupaten Boalemo.\

Pukul 11.20 Wita rombongan kirab bendera pusaka tiba di rumah jabatan bupati Boalemo, oleh Bupati bendera diserahkan kepada KNPI untuk diarak di wilayah Kabupaten Boalemo.

“Mari maknai pengibaran bendera pusaka ini untuk memotivasi kita semua terutama para generasi muda dan anak-anak bangsa mari isi kemerdekaan dengan hal positif, membantu dan bersinergi dengan pemerintah daerah untuk membangun Provinsi Gorontalo,” ucap Anas Jusuf.

Usai salat Jumat rombongan kirab bendera pusaka melanjutkan pengarakan bendera menuju Kabupaten Gorontalo Utara.

Tepat pukul 15.15 Wita rombongan kirab diterima Pemda Gorontalo Utara di perbatasan Desa Pontolo oleh Pj Sekretaris Daerah dan diarak menuju kantor bupati Gorontalo Utara.

Rombongan kirab diterima Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin yang didampingi Pj Sekda Suleman Lakoro. Dalam kegiatan ini hadir Asisten 2 Setda Boalemo Fadlina Podungge, Kadispora Gorontalo Utara Yunus Eraku, KNPI Provinsi Gorontalo dan Gorut, PPI Provinsi Gorontalo dan Gorut, KNPI dan PPI Boalemo.

Rencananya besok bendera pusaka akan diarak di wilayah Kabupaten Gorontalo Utara dan selanjutnya diserahkan kepada pemerintah Kabupaten Gorontalo oleh Bupati Gorontalo Utara.

“Meskipun saat ini turun hujan, tidak seberapa dengan peristiwa yang terjadi pada tahun 1942, para pejuang yang berjuang untuk merebut kemerdekaan dari para penjajah. Ada dua daerah di Indonesia yang menyatakan Merdeka pada tahun 1942 yakni Gorontalo dan Aceh. Pada Jumat 23 Januari 1942 di kantor pos berkibar bendera merah putih biru, dan pada saat itu diturunkan kemudian warna birunya di robek dan selanjutnya dinaikan Kembali,” kata Indra Yasin.

Indra Yasin menjelaskan 34 tahun lalu di tahun 1988 bendera pusaka ini pernah dipamerkan di Kota Tomohon. Ia mengimbau masyarakat untuk memasang bendera merah putih pada 22-24 Januari.
“Saran saya kalau bisa untuk kirab bendera dengan berjalan kaki atau loungmarch, sehingga masyarakat lebih menikmati dan memaknai perjuangan para pahlawan kita,” ucap Indra Yasin.
Indra Yasin juga menyarankan Peristiwa 23 Januari 1942 dapat dimasukkan pada mata pelajaran muatan lokal agar para siswa dapat mengetahui sejarah perjuangan kemerdekaan Gorontalo.

Selanjutnya besok pagi peserta kirab akan di lepas dari halaman kantor bupati menuju ke kabupaten Gorontalo kemudian kabupaten Bone Bolango dan terakhir bendera pusaka akan disemayamkan di rudis walikota sebelum di upacarakan pada minggu pagi tanggal 23 Januari 2022.

 

Pewarta : Fachrudin - Badan Kesbangpol

Baca 25 kali

Tinggalkan komentar anda

Pastikan anda mengisi semua kolom yang bertanda asterik (*). Tidak boleh menggunakan Kode HTML.

© 2022, Pemerintah Provinsi Gorontalo
Jalan Sapta Marga Kelurahan Botu
Kota Gorontalo - Gorontalo

Menu Utama